Saturday, May 06, 2006

Cewe Cantik

Judul: Ibuku, Sayangku …

Pada suatu hari sepulangnya mengantar ibuku belanja bulanan di Carefure, kami tiba dirumah jam sembilanan, setelah makan malam bersama kami masing-masing pergi mandi, setelah selesai mandi aku kembali ke ruang keluarga melihat acara TV, tak lama kemudian ibupun keluar dari kamar, memakai daster kesayangan-nya nylon warna biru muda yang agak sedikit tembus pandang, dan seperti biasa dia ngak pakai BH and duduk di ruang keluarga persis diseberangku, pemandangan ini sebenarnya sudah biasa buat kami sekeluarga, jadi ngak ngaruh sih, tidak sampai bangkitkan nafsu birahi, memang sudah menjadi kebiasaan kita sekeluarga kumpul dan ngobrol disitu sebelum tidur, tetapi kali ini sedang liburan sekolah, kakakku lagi ke Bandung adik ku di Bali, ayah ku ke Singapure dan akan melanjutkan perjalanannya ke Australia baru kembali 3 minggu lagi, jadi dirumah sepi tinggal kami berdua plus dua pembantu, dan ibu mulai membuka keheningan malam yang sepi ini dan bertanya kepadaku

"Cape juga ya tadi keliling-keliling, Dedi kamu cape ngak ?" kujawab saja dengan santai

"Ngak kok ma, sudah biasa jalan, mama belum ngantuk ?" kemudian dia lanjutkan lagi

"Tadi mama lupa kasih-tahu Teti dan Yani jangan tidur dulu, sekarang mereka sudah pada tidur semua ya" dengan penasaran sebenarnya mau apa sih dia, lalu kutanyakan

"Memangnya mama mau suruh Teti dan Yani ngapain?" dia menjawab dengan sedikit kecewa

"Mama pada pegel nih mau dipijatin sama Teti, biasanya kan kalau mama lagi cape kan si Teti yang pijatin, sayang sudah pada tidur semua ya, sudah malam, kasihan juga mereka, mama juga ngak tega bangunin mereka" aku bermaksud berbaik hati menawarkan jasaku padanya

"Biar Dedi saja deh yang pijatin mama"

"Memangnya kamu bisa?" dia menguji niat baikku

"Ya cobalah, cuma ngak tau pijitanku cocok ngak ya buat mama, tapi asal jangan komplen aja kalau pijatanku ngak enak, kan baru belajar"

"Iya deh mama lagi pegel nih, kamu sajalah ya yang pijatin mama, tapi bayarannya berapa? Jangan jual mahal ya sama mama" dia bercanda sambil senyum dengan manis nya, lalu kulanjutkan

"Free of charge kok buat mama yang baik dan manis"

ku mulai merayunya, dari seberang sana dia pindah duduk kesebelahku, supaya aku bisa mulai praktek, aku pun berikan saran padanya agar biar lebih privatcy gitu lho,

"pijatnya dikamar ku aja ya ma, biar lebih relax"

dia menganggugkan kepalanya, tanda setuju, kemudian kami berdua kekamarku, kuminta ibu tidur tengkurap, dia pun tengkurap tetap ditengah-tengah tempat tidurku, dengan daster nya yang sediit tersingkap, terlihatlah CD nylonnya yang putih dan ada sebagian bayangan hitam yang cukup luas tetapi pikiranku masih jernih, walau melihat pemandangan yang indah menawan ini, dalam pikiranku hanya mau mengembalikan stamina ibuku tanpa ada persaan nafsu sama sekali. Kemudian aku berakting seperti massager profesional, kumulai memijat jari-jari kakinya, kemudian betisnya, dan dia pun mulai memujiku supaya membangkitkan semangatku
"Dedi kamu pintar juga pijatnya ya, enak juga, nanti mama bisa sering-sering nih minta dipijat kamu, belajar dimana sih?"

aku jadi makin lebih sungguh-sunguh setelah menerima pujiannya, sambil kujawab


"No problem, asal mama suka aku pasti suka kok, Dedi senang kok kalau bisa membuat Mama happy"

terus kulanjutkan pijatanku dibetisnya kemudian mulai naik ke pahanya, wah paha ibuku benar putih mulus dan dagingnya masih sekal, walau sudah punya anak tiga yang sudah hampir jadi bapa, mungkin inilah hasil dari rajinnya dia ikuti senam/fitnes, dan jamu yang diminum setiap pagi, tak ketinggalan pula segala supliment food nya yang dimakan setiap hari, dia memang pintar sekali menjaga badan, sehingga bodynya putih mulus sekali dan padat kencang diumurnya sekarang ini, sudah 46 tahun, aku jadi tergoda juga nih, kadang2 dasternya cukup mengganggu perjalanan tanganku, lalu aku pingin lebih luas lagi jangkauan areal pijatanku, maka kumohon padanya dengan lembut
"Ma buka aja ya dasternya biar pijatnya lebih enak, lebih leluasa pijat bagian punggung mama"
dia pun tidak berkeberatan serta menuruti kemauanku seraya berkata

"Iya deh tapi AC nya dikecilin dulu dong, mama nanti kedinginan"

lalu kukecilkan temperature AC nya, mulai lagi memijat dari pundaknya, kemudian kepunggungnya, lalu kepinggul, lalu turun ke paha, turun kebetis, dan kembali kepahanya, kadang2 sedikit nakal ku coba masuk lebih kedalam dari paha bagian atas sehingga menyentuh, tumpukan daging yang menonjol dengan bayangan hitam dari CD nya, tetapi rupanya dia paham dengan apa yang kuperbuat sambil berkata

"Dedi pijatan mu enak juga, kamu cape ngak? kalau cape ngaso dulu lah"

"Tidak apa ma, yang penting mama senang dan cocok Dedi siap on service"

kumulai lagi pijat punggung nya naik turun, kemudian turun lagi ke pantatnya yang bahenol, balik lagi kepunggungnya dan turun ke pantatnya aduh hatiku mulai bergejolak, apa yang harus kuperbuat kalau aku jadi nafsu atau juga mama yang kepingin, aku nekat aja lha, ya masabodohlah yang penting kita semua happy, lalu kupijat lagi punggungnya yang berkulit putih mulus, aku mulai lebih nekat, lebih nakal lagi, tanganku turun lebih jauh, dari punggungnya terus memijat kesamping iga-nya sampai menyentuh buah dadanya yang putih dan sudah tanpa penutup, begitu halus dan cukup besar, hatiku tambah bergejolak, dia bukannya marah malah memujiku, berarti aku dapat greenlight, kujawab dengan lebih bersemangat sekarang kemudian dia mulai merayuku
"Pijatanmu enak ded, terusin ded, enak sekali pijatanmu,...kamu pintar deh¦"
tak kusangka aku mendapat tiupan angin sorga, penisku pun ikut bereaksi, apalagi setelah dia mulai mendesah
“Ehmmm, Ehmm, Ehmmm, ahhhh, lagi ded, pijatanmu enakkk, ahhhh …teruskan Ded ….. ahhh”

setelah mendapat restu, aku lebih semangat lagi dan terus kupijat punggungnya dan turun lagi menyentuh buah dadanya, kemudian aku turun lagi kepinggulnya dan kepantatnya yang masih tertutup CD, kemudian turun kepaha terus ke betis turun lagi ke jari kakinya, kembali lagi naik kebetis, kepaha dan aku pijat lagi bagian dalam paha sambil menyentuh bagian kewanitaanya berkali-kali, dia sungguh berpengertian sekali, langusng dia buka kedua kaki nya lebar-lebar, waktu kusentuh lagi bagian sensitifnya, kurasankan bagian ini mulai lembab, dan CD nya sedikit basah, tapi aku tak berani terlalu lama berada disitu, dan kemudian naik lagi kepantatnya, kepingangnya, menyentuh lagi buah dada nya dari samping dan lebih jauh, aku mulai nekat dan lebih nekat, dan amat nekat, ku berikan saran yang lebih nakal dan cukup gila
"Ma celananya dibuka aja ya supaya pijatannya ngak kehalang, biar lebih enak"
Dia juga tak mau kalah denganku, juga sudah nekat, tanpa bilang apa-apa hanya manggut-manggut tanda setuju, aku bagai mendapat loterei 1 M, sekarang tanpa ragu-ragu lagi langsung kutarik kebawah CD nya dengan perlahan dan hati-hati. Setelah terlepas tuntas CDnya, tanpa ragu-ragu dia bentangkan kaki nya sedikit lebih lebar. Wow, kaget juga aku melihat bulu ibuku begitu lebat sampai pantat bagian dalam penuh bulu dari sekitar liang dubur terus kedepan, jantungku berdebar dengan keras sekali, tak kusangka bulu ibuku sebegitu banyaknya, aku tak kuasa lagi mengendalikan perasaanku, penisku sudah tegang banget hampir nongol dari celana pendekku, belum pernah kulihat selama ini yang selebat ini, ku bertanya-tanya dalam hati, dari belakang sudah segini lebat, bagaimana kalau di depannya ya? Aku tak kuasa lagi mengendalikan diriku, dan ibu paham sekali dengan gerakanku, selagi aku masih termenung, lalu aku dikejutkan oleh tegurannya yang lembut


"Kok kamu bengong sih hayo dong pijat lagi, mama sudah mulai ketagiah nih, enak deh pijatan kamu"
oh rupanya aku dapat permit untuk lebih jauh, lalu kulanjutkan lagi pijatanku dan makin sering aku sentuh bagian dadanya yang sedikit mengeras, dan menyentuh vaginanya tanpa ragu dalam kamuflase pijitan. Sementara itu, dia terus menikmati pijatanku dengan nyaman santai dan nikmat, padahal aku hanya nyontek dari tempat pijat dimana biasa aku dipijat, plus kenekatanku terus menerus menyentuh daerah sensitive birahinya, ku pijat kembali paha bagian dalam dari bawah keatas, sampai menyentuh bulu yang sangat lebat itu terus menerus, ibuku pun cekatan juga setelah mendapatkan sentuhanku, dia kangkangkan lebar-lebar pahanya, sehingga aku lebih jelas bisa melihat dan bisa menyentuh bagian sensitif nya lebih leluasa, dan waktu kupijat lagi paha bagian dalam agak keatas dan sengaja menyentuh sambil mengesek-gesek vaginanya yang mulai basah dia mendesah
"Enak Di enak pijatanmu enak benar, teruskan Ded enak ahhh ahhh enak Di kamu pintar ahh ahh ahhh"
dia terus merayuku dan tentu saja akupun tidak siasiakan kesempatan emas ini, sekarang mulai terlihat belahan yang kemerah-merahan ditengah bulu yang lebat, melihat ini aku benar-benar on dan nekat, terus kulanjutkan pijatanku dipaha bagian atas, dan aku beranikan diri mengelus-elus vagina ibuku yang penuh bulu dan basah, sambil aku memancingnya apa aku dapat izin masuk? kemudian kutanyakan padanya

"Bagaimana ma pijatnya enak ngak ma..."
dengan napas yang mulai tidak teratur dia katakan dengan nada sedikit serak
"Ehmmm enak Di enak, enak banget pijatan mu, turus Di, enak sekali Ded, enak ahhh ahhhh jangan stop Di, terus ya, ahhhhh mama ngak tahan nih, enakkk Ded, ahhh terusin ....."
kelihatannya ibu sudah terangsang berat, sambil pupijat pahanya sambil kesentuh vaginanya, dan aku sekarang takterkendali lagi jadi mulai nekat dan tak perduli lagi, kugunakan jariku kugesek-gesekkan tepat pada vaginanhya yang ngintip sedikit diantara bulu-bulu yang lebat, turun naik sambil kuputar-putar juga kusentuh clitorisnya, walau agak susah untuk mendapatinya, pada posisi tengkurap begini, tanpa sepengetahuan nya aku buka celana-pendekku, sekarang kami sudah sama-sama telanjang bulat dan sama-sama on, lalu sengaja kurebahkan tubuhku diatas badannya yang tengkurap, penisku kutempelkan diantara pantat nya dan sedikit tersentuh bulunya, aku rasakan betapa nikmatnya waktu kusentuh daging putih montok yang berbulu lebat ini, sambil merayunya lagi dengan lembut kubisikkan dekat kuping nya
"Ma badan nya balik kedepan ya, mau pijat bagian depan nih"
Aku masih berperang dalam hati, apa dia siap dan mau membalikan badannya, yang telanjang bulat ini, tetapi dengan pengalamannya dia mengerti maksudku langsung saja direspon dengan cepat, rupanya ibuku sudah siap juga, Ia pun berbalik dan sengaja mengangkangkan kaki nya lebar-lebar, memberi tanda padaku “I am ready”.Aku jadi termenung shok melihat hutan yang begitu lebat tumbuh diatas tubuh yang putih mulus, Wah bulunya benar-benar lebat sekali (super hairy), ngak pernah kulihat yang seperti ini seumur hidupku, dan buah dada yang cukup besar masih kencang pula, serta dimahkotai dengan puting susu yang tidak terlalu besar dan masih kemerah-merahan, lingkaran dibawah putingnya radiusnya juga sedang-sedang saja, luar biasa untuk seorang ibu dengan 3 anak.
Benar-benar tak kusangka pemandangan seindah ini yang belum pernah kulihat sepanjang hidupku secara langsung, kecuali di internet, dalam pikiranku ibuku kok bisa lebat begini ya bulunya pada hal kan bukan keturunan arap, India atau orang asing lainnya yang banyak bulu.

Tiba-tiba aku dikejutkan dengan tegurannya yang lembut, rupanya dia dapat membaca isi hatiku, kenapa aku terdiam, dia sengaja membangunkan aku dari lamunanku
"Dedi kenapa ? cape ya? Kok diam saja, ayo dong pijat lagi sayang"
"Ngak bu, hanya suprice aja"
"Suprice apa nya di?"

Pancingnya lagi, padahal dalam hatinya sudah mengerti, aku sudah terangsang, lalu kuambil inisiatif atas pertanyaanya itu, kurebahkan tubuhku dengan hati-hati sambil menindihnya dengan perlahan, kali ini penisku menindih tepat pada vagina ibuku, dan ku bisikan pemohonan ku seraya memuji nya dengan nada yang lembut
"Mama badannya sudah putih mulus lagi, apa lagi bulunya, lebat banget ya, seumur hidup baru pertama kali ku lihat yang selebat ini ma, sampai ngak tahan ma, I love you mom, "
"Bagaimana, memangnya kamu suka ya?" dia menggodaku lagi
"Pasti suka lah, ma, siapa sih yang bisa ngak tergoda? mama seperti bidadari dari kayangan"
dia hanya tersenyum manis, aku jadi out of control langsung kuciumi pipi nya dan ketempelkan bibirku kebibirnya dengan sedikit ragu-ragu takut ditolak, tetapi dia begitu pengalaman langsung saja ambil alih komando, diterimanya bibirku langsung dilumatnya, lidahnya bergerak mengelitik lidahku, wah ibuku hebat juga pikirku dalam hati, akupun ngak mau kalah kumainkan lidahku untuk berkomunikasi dengan lidahnya, didalam mulutnya yang sudah sangat basah oleh kedua air liur yang bercampur, selagi kami saling menikmat rujak lidah, tangan ibu yang sangat cekatan sudah menangkap penisku tanpa ragu-ragu di masukan ke vaginanya, sambil digesekgesek dulu di clitorisnya, amboy nikmatnya, ibu ku sungguh hebat, langsung kulepaskan ciuman dari padanya, kujilati buah dadannya juga puting susunya dengan bersemangat, kemudian kuturun menjilati bagian perut nya, kulanjutkan ke atas bulu yang sangat lebat itu ku belai bulunya dengan dua jari ku hingga bibir-rahimnya terbuka lebar, kujilati kelentitnya/clitorisnya, dan lidahku kumainkan berputar dan turun naik di vaginanya yang sudah teramat basah, kusapu semua cairannya dengan lidahku, sementara kedua tanganku meremas-remas susu nya yang sudah mengencang, puting nyapun sudah mengeras, ibu ku bergumam sambil menegurku dengan halus
"Dedi geliiii di, geliii, kamu ngapain, aduh jorok ya kamu, jijik kan, masa anu mama dijilatin sih ahhhh geliiii ahhhh ahhhh ahhhhhh"
mulutnya menegur, tangannya malah menekan kepalaku keselangkannya, tanpa kuperdulikan teguran nya, kuteruskan menjilat bagian sensitifnya, akhirnya dia menyerah malah menikmatinya dan merespon dengan nafsunya
"Emmhhhh, geli di geliiii ahhh ahhh geli banget dad, ibu ngak tahan lagi nih, ahhhh, aahhh, geli, geliiiii, ahhhh enakk di ahhhh ahhh udah di udahhh ahhhh mama ngak tahannn lagi, mamaaa keluar, diiii, geliiii, ahhhh, ahhhh, ahhh"
Lalu bagai vacuum cleaner kuhisap semua cairan yang menalir itu, kujilati semua cairan yang teramat nikmat ini hingga mulut dan hidungku pun belepotan dengan cairan orgasme ibuku yang aduhay, aku pun tak sabar lagi untuk menikmati lebih jauh, sudah tak tahan lagi aku, langsung saja kuangkat kedua kakinya diatas pundakku, kutancapkan penisku yang sudah kelaparan itu tepat dikawah vaginanya yang sudah sangat basah, kuatur keluar masuk dengan berirama, vagina ibu menjadi tegang kencang, dan kurasakan ada daging didalam mm nya yang memijat-mijat dari dalam, aduh enak banget tak bisa kugambarkan enak dan nikmatnya, cairan hagatnya yang menyirami kepala penisku, sudah banjir keluar, rupanya dia sudah orgasme kesekian kalinya, langsung kegesek-gesekan lagi penisku lebih cepat, terasa geli, makin geli dan amat geli yang tak tertahan enaknya, aku pun mencapai puncak lalu kusemprotkan air maniku kedalam mm nya crett, crett,... crett, crett crett, dia terus menikmanti kenikmatan yang enaknya tiada taranya, sambil menggumam kecil dia mendesah pula
"ahhhh, ahhh, geli di geli, ahhh mama ngak tahan di, auhhh hangat di, enak di, auhhhh, mama keluarrr lagi, ahhhh enak di enakkkk ahhh ahhh ahhhhh"
dan kedua tangannya sambil menekan pantatku sekuatnya, supaya penisku dapat masuk lebih dalam dan sedalam-dalamnya, dan kusemprotkan kenikmatan penutup Crett crett, kemudian kami terdiam sejenak, kemudian sambilku bisikan lagi ditelingnya rayuanku
"Ma enakkk ya, enak banget ya ma, thanks ya ma, luar biasa sayang, Dedi puas bangetttt, mama enak ga?" dia hanya mengangguk dan senyum setuju kemudian memejamkan matanya, rupanya dia masih menikmati kehangatan semprotan spermaku ke liangnya yang terdalam.
kemudian aku terdiam diatas tubuhnya saling menikmati kenikmatan yang luar biasa yang belum pernah kualami selama ini kedua cairan kami bercampur jadi satu, betapa hangat, betapa enak dan nikmatnya, dan entah beberapa lama kami bagaikan kesetrum terdiam tanpa gerakan sedikitpun, terus menikmati keindahan dan nikmatnya senggama kami berdua, kemudian dia membisikan dengan lembut sekali ditelingaku juga membesarkan hatiku
"Ded kamu jago benar sih sampai mama ngat tahan, gelinya minta ampun, hampir saja mau menjerit, enak banget sayang, sekarang berbalik ya, kamu yang dibawah, mama berat nih ditindihin kamu terus, tapi enak sih …gentian ya mama yang diatas "

Kemudian tubuhku kubaringkan terlentang kesamping, dengan lincahnya ibuku mengikutiku, lalu dengan anggunnya naik duduk diatasku seraya tangannya sambil menuntun penisku yang sudah setengah tiang dimasukkannya lagi kedalam rahimnya yana berbulu lebat dan basah kuyup oleh cairan kami berdua, dan dia tekan dengan badannya dalam posisi duduk, biar penisku tidak lari dari liang kewanitaannya, kemudian dia rebahkan tubuhnya sambil mencium pipiku dengan kasih saying sambil berbisik

"I love you Ded, you are very good, I proud of you …"
aku pun tak mau kalah, kuberikan juga ciumam sayangku dipipinya,

"I love you too mom, you are too good too me, I really love you, I really enjoy …"

kemudian kami berciuman lagi sambil kubelai rambutnya kuusap-usap punggungnya seperti layaknya orang pacaran, dan kurasakan ada gerakan dari dalam memek nya seperti memijat-mijat pada kepala penisku yang setengah tidur ini, mendapat panggilan signalnya penisku pun mulai siuman kembali,
pijatan pijatan nya terus menjepit-jepit penisku dengan daging yang hangat dan licin oleh cairan divaginanya, aku rasakan kenikmatan yang sangat mengasyikan, penisku pun menyambutnya dan mulai tegak kembali dengan kencangnya, setelah ibuku merasakan penisku sudah mengeras didalam vaginanya yang teramat hangat, langsung saja dia ambil komando, dan membangunkan badannya dengan posisi duduk, dia gerakan naik turun dengan angunnya, penisku keluar masuk di vaginanya yang sudah basah mengikuti iramanya, buah dada nya yang cukup besar pun terayun-ayun turun naik mengikuti goyangannya, aku pun on kembali, langsung ku pijat-pijat buah dadanya dengan mesrah, dia mendesahan lebih keras lagi, dan goyangan nya makin keras dan makin cepat aku rasakan gesekan yang teramat nikmat enakkkkk bangetttttt rasanya, di mengerang dengan kencang

"Ahhh ahhh enak sekali di, enak, ahhh ahhh, mama belum penah sampai geli begini, geliiii di, ahhh ahhh..mama keluar di...geliii...di, ahhhh ahhh ahhhh ...enak banget di....ahhhh, ahhhh, ahhhhh ....."

dia terus sajah bergoyang makin hebat dan akupun tak tahan lagi, ku bangunkan badanku pada posisi duduk pula, lalu kubisikan dekat telinganya dengan lembut biar dia lebih terangsang

"Ma aku juga geli nih, sudah mau keluar, ngak tahan lagih ahhh, ahhh enakkk ma ahhh ahhh....."

Bagai gunung api yang meletus, kusemprotkan airmaniku dengan deras nya kedalam vagina ibuku untuk kedua kalinya, dia makin menggila dan mengocok turun naik, dia mau menghabiskan seluruh semprotan maniku supaya jangan ada yang tersisa, kemudian dia bisikan pula dibelakang telingaku

"ahhhh mama keluar lagi nih aduh geli, ahhh geliiii....ah ahhhh ahhhh enak di enak ahhh ahhh enakkkk ahhhhhhhh"

waktu dia bisikan menempel pada telingaku aku sampai merinding keenakan, dibuatnya aku terangsang berat, kemudian dia perlahan mendorong ku, sambil merebahkan badannya dan menindihku dengan susu besarnya yang menempel pada dadaku, kemudian diam bagaikan patung tak sanggup lagi bergerak sedikitpun, aku juga diam sejenak menikmati percampuran kedua cairan mani kami yang menyatu, juga pijatan didalam mm nya, rupanya Mrs.V dan Mr. P terus berkomunikasih dengan lembut dalam kedutan-kedutan kecil berirama, oh betapa indah dan nikmatnya pertemuan dua benda nikmat ini, kubisikan lagi padanya

"Mama hebat ma, enak benar ma, Dedi puas banget, bagaimana mama puas ngak?"

dia masih merem melek dan diam saja masih menikmati kehangatan semprotanku yang dasyat, enak dan nikmat, beberapa lama kemudian baru menjawab sambil bercanda dengan suara yang sedikit serak

"Dedi nakal ya, masa mamanya sendiri, dinaiki? Tapi mama puas banget deh, enak banget ded punyamu, kamu pintar amat sih membuat mama merem melek sampai melayang-layang dan gelinya ngak kepalang, adu geli banget deh sampe kehabisan nafas, sampe keluar beberapa kali iihhh jago bener sih" lalu kugoda dia dan kubisikkan padanya

"sekarang mama juga menaiki Dedi, mama keenakkan ya, sampai ngak mau turun turun masih diatas, masih enak ya ma? Aku jadi ketagihan nih mau lagi dong …" dia tersenyum manis sambil mencubit perutku dengan genitnya

"kamu sih pijatnya nakal bikin mama ngak tahan aja, pintar amat kamu ded balajar dimana sih"

"adadeh…, yang penting mama nikmat kan?"

dia mencium ku lagi dan kemudian sambil rebah diatas tubuhku, lagi2 dia masukan penisku yang sudah lemas kedalam vaginanya kembali dia takut kalau burungku kedinginan kalau ngak didalam sarang, sambil membisikan lagi dengan genit dibelakang kupingku

"Dedi, mama sayang kamu, kamu hebat ded, mama bangga sama kamu, mama seumur hidup baru kali ini mencapai puncak sampai berkalikali, sampe geli banget, mama puas banget deh sama kamu say, tapi ini rahasia kita berdua lho" dia kecup bibirku dengan mesra sekali, dia bisikan lagi

"Enak banget, mama puas banget ded, kamu hebat …mama sampe banjir nih …“

dan aku bagai pahlawan besar yang baru menangkan pertempuran besar kemudian kutimpali dia juga sambil kubisikan

"Aku juga sayang mama, baru kali ini aku diimbangi dengan dahsyat dan nikmat banget deh , sampai berapa ronde, I love you mom, Cuma nanti kalau ketagihan gimana ni ma? Lain kali masih boleh kan?"

"Ya kalau kamu mau bilang saja sama mama, pasti mama kasih deh, tetapi kalau mama lagi mau dipijat kamu juga harus siap ya, mama juga jadi ketagihan nih pengen di gesek sama kamu lagi …"

"Pasti deh ma, anytime you want just call me, untuk mamaku sayang, aku siap deh kapan saja dan dimana saja, kalo mama mau aku siap deh"

dan dia diam sejenak kemudian dilanjutkan supaya mendapat kepastian dariku

"tapi kamu harus bisa pegang rahasia kita lho, ga boleh certa sama siapa pun, tau ga ?"

"beres deh, Dedi tahu-diri ma, kalau ngak mau pegang rahasia ntar ngak dibagi lagi kue apem ternikmat didunia, mau cari dimana lagi?"

dia tersenyum lagi dengan manis dan mengajak aku untuk mengakhiri acara hari ini

"Mama percaya kamu bisa merahasiakan ini hanya untuk kita berdua¦.., yu kia mandi dulu yu say"

tapi dengan nakal kujawab

"Masih enak ma sebentar lagi deh, burungku betah disarangnya yang hangat, Ma entar malam, mama tidur disini saja ya, biar bisa kelonin aku malam ini"

"Ok deh sayang, ayu mandi dulu sana, sudah malam nih nanti kita masuk angin"
kemudian dia lanjutkan lagi

"Ded mama baru pertama lho, dijilati begitu, asyik juga ya, tapi geli banget sampe merinding"

"memangnya papa ngak pernah begitu?"
tanyaku iseng, dia sedikit menunduk dikatakannya dengan tanpa semangat

"Dia mah biasanya main konvensional aja, ngak ada variasi apa2, kadang2 sebentar juga sudah selesai lalu balikan badan terus ngorok tapi mama tetap sayang sih sama dia, dia mati-matian dan rajin sekali terus cari duit, kerja keras buat kita semua dan dia sangat setia pada mama"

dia melampiaskan kekecewaannya, dan dia tersenyum dan mamandangiku dengan mesra sekali

"Untung ada kamu sekarang kasih bonusnya, mama happy deh, ada dewa penyelamat" candanya,

"Aku juga ma hari ini bahagia sekali ditemani oleh bidadari yang cantik, mulus, sexy dan ruar biasa ne goyangannya sampai tiba langit ketujuh, pokoknya enak banget and puas deh"

agak malu mukanya ke-merah2an dia tersenyum manis menjawab dengan genit,

"kamu bisa aja ded, ayo kita mandi yu saying …"

dia turun dari ranjang sambil menuntun aku kekamar mandi, kemudian kami berduaan mandi bersama, saling menyabuni, saling merabah, saling berpelukan dengan penuh sabun, aduh enak juga dibody massage dengan ibuku, kuraryu lagi dia lagi dengan pujian

"Body mama putih mulus dan montok aduh apalagi hutannya yang sangat lebat membuatku ngak tahan ma, mama pintar jaga badan ya"

"Ayo ded buka air hangatnya laginya mama dingin nih"

disiramkanlah seluruh badanku denang air hangat, sebaliknya kulakukan juga padanya, sesudah bersih dan sudah slesai mandi, lalu aku berlutut dihadapannya kuciumi lagi bulu nya dan kubelai bibir rahimnya dengan kedua jariku, kujilati turun naik pada clitorisnya dan liang mm nya, sehingga keluar lagi cairan nikmatnya, kemudian kuhisap, kujilati semua kepunyaannya dan kukecup bulunya yang sudah basah, dan dia sangat menikmatinya, lalu aku memohon kepada nya

"Sekarang mama jilati anuku ya ma, enak deh rasanya"

"Mama ngak berani ah, kan jijik, mama ngak pernah lho"

"Ngak apa kok ma enak, seperti makan pisang aja masukan mulut kulum dan jilatin, asyik deh ma, tolong dong ma, ntar kalau udah coba pasti ketagihan deh, pleassseee mam"

aku memohon lagi, rupanya ngak tega juga dia kemudian dia jongkok memegang batang penis ku yang tegang perlahan-lahan dia coba masukkannya kedalam mulutnya dengan ragu-ragu, lalu ku beri semangat padanya

"Iya ma enak ma, masukin semua ma, ya gitu enak ma asyik ma, dijilat ma biar lebih enak ma"

mendapat gemblengan dariku dia jadi aktif keluar masukkan penisku dari mulutnya, sambil menggerakkan lidahnya dengan lincahnya, aduh nikmatnya, betapa hebat ibuku, aku pun mulai siap kepuncak lagi, aku tak tega menyemprotkan mani ku pada mulutnya, karena ini pengalaman pertamannya, nanti dia shock pikirku, lalu kukeluarkan penisku dari mulutnya dan kupinta dia berposisi nungging, dengan doggy style, langsung kutancapkan penisku dari belakang pantatnya yang bahenol, amboy nikmatnya luar biasa, kugoyangkan keluar masuk, kedua tanganku pun meremas-remas kedua buah dadanya yang montok dan mengencang kemali, dia menikmatinya dan mendesah dengan lembut

"ahhh ahhhh ahhh enak, ahhh enak di, enak ahhh, ahhh mama keluar di ahhhh ahhhh geli di geli, ahhh, ahhh ahhh geli diiiiii"

akupun sudah memuncak, dan mulai kurasakan geliiii nikmat enakkkk bangett, kukocokkan lagi dengan cepat, akupun tak dapat lagi membendung kenikmatan yang luar biasa ini, hingga keluarlah mani ku kembali menyemprot di dalam vaginanya yang sudah basah, aduh nikmat sekali tak dapat kuceriterakan rasa yang sungguh nikmat luar biasa ini, kemudian kubisikkan lagi dengan lembut

"Bagaimana dengan gaya ini ma enak ngak ma, enak juga ya …" dia jawab dengan lemas

"Mama sudah cape banget nih, lemas deh, ngak kuat lagi nih, dikerjain kamu, kamu bikin mama sampai melayang kelangit ketujuh, geli banget ihhh, sampe keluar lagi keluar lagi, enak banget …"

"Sorry ya ma, tapi ngak marahkan? Nanti aku pijatin lagi deh biar seger …"

"Ngak nak manis, mama sampe kehabisan tenaga dan lemas, habis kamu hebat sih bikin mama keenakan jadi keluar terus sampai lemas gini, ngak tau sampai berapa kali keluar, anak mama hebat amat sih" dia mengecupku dengan mesra

"Mama juga hebat banget ngimbanginnya, ngak ada duanya, punya mama enak benar, Dedi puas banget deh ma" ku balas mngecup pipinya kiri kanan dan bibirnya …

dia tersenyum manis sambil membuka kran air untuk membasuh, lalu kami saling membersihkan sisa mani yang bertebaran dikemaluan kami masing2, setelah selesai kami mandi kemudian aku mengelapi seluruh tubuhnya dengan handuk kering dengan lembut, kukatakan padanya

"Mama bobo duluan ya, aku pengen puh dulu, ntar nyusul, ya, saying, I love you …"

“Jangan lama2, ya say, nanti mama kedinginan"

sambil tangan ku sebelah diangkat ke alis siap seperti prajurti sedang lapor pada atasannya

"Yes mom …" aku bergurau dengan nya, dia meninggalkan kamar mandi berjalan dengan anggun dan betapa indah goyangan pantatnya yang bahenol putih padad, benar-benar mantap …

Setelah selesai buang hajat, kukembali ketempat tidurku, ibuku sudah masuk kedalam selimut tetapi daster & CD nya masih ada diatas kursi kamarku, rupanya dia tidur tanpa sehelai benang pun, dalam pikiranku mugkin ibu masih mau melanjutkan lagi ronde berikutnya setelah istirahat sebentar, sepintas kelihatannya dia sudah tidur nyenyak, ternyata belum, dia dengan suara setengah tidur memanggilku

"Ded cepat kesini mama dingin nih saying, sini kelonin mama dong …"

dengan cepat aku masuk ke dalam selimut dengan telanjang, kami berpelukan dalam keadaan telanjang, kubelai rambutnya kucium kening dan pipinya kubisikan dengan kasih sayang

"I love you mam" dia membalas

"I love you dear" dia kecup bibirku, dia peluk aku erat-erat,

"Hayolah kita bobo mama sudah ngantuk dan sudah lemas banget nih, ga kuat lagi, istirahat dulu ya"

sementara teteknya yang besar penuh daging yang putih mulus, halus empuk gurih menempel didadaku, penisku pun menempel dibulu yang sangat lebat dan hangat, enak benar rasanya, punyaku jadi terbangun lagi, ibuku sensitif juga langsung dia pegang penisku yang sudah mulai menegang, dia merasakannya tapi dia sudah tidak kuat lagi dan memohon kepadaku

"Ded sudah ya besok aja ya sayang, mama benar-benar sudah engak kuat lagi, sudah lemas banget nih, kamu hebat banget sih, mama sudah K.O udah ngantuk benar nih, sorry ya sayang, good night, mama bobo dulu ya, sorry ya saying …"

Aku jadi ngak tega juga, namun kubiarkan adik kecilku yang masih ngaceng dalam genggaman tangannya yang hangat, kubelai rambutnya dengan lembut, ku-usapi pundaknya yang halus perlahan, bagaikan menidurkan bayi yang manja, tak lama kemudian ibu sudah pulas dalam pelukanku, walau tangannya masih menggenggam penisku yang masih tegak, tapi aku belum bisa tidur membayangkan kejadian yang kualami tadi bersama ibuku yang manis, begitu indah begitu menyenangkan dan begitu nikmat, akhirnya tanpa sadar akupun tertidur dalam pelukannya sampai matahari pagi mereka.

Pagi harinya Jhony ku telah bangun terlebih dulu, dan aku masih mameluk ibuku dari belakang, langsung kutempelkan penisku yang sudah tegak berdiri itu kepantatnya yang penuh daging, tetapi dia masih tidur pulas, tapi peka sekali waktu kutodongkan senjataku, dan sudah merasakannya ada sesuatu yang keras hangat dipantatnya, cepat sekali dia merespon setiap gerakanku, solah-olah sudah tahu apa yang akan kulakukan, langsung saja dibalikan badan memelukku erat2 dan dia cium aku mesra, kami pun berciuman dengan mesra walau sama-sama belum sikat gigi, kami tidak perduli dengan semua itu, dan tanganku memijat-mijat teteknya, putting nya ku pilin dengan halus, dan kurabah bulu lebatnya, dan kugesekan jariku di clitorisnya, dan mulai lembab, dan lendirnyapun sudah mulai mengalir, nafas nya mulai tak teratur, dan dia mulai mendesah, “ ahhh, ahhh, ahhhhhh”, tangannya juga ga kalah gesit sudah memijat-mijat kepala penisku, di putar-putar, tepat di ujung nya, sehingga penisku jagi membesar dan tegak kencang, kemudian dari pelukan menyamping dia rebahkan badan ku bersamanya sehingga posisi dia sudah diatas ku, dia kangkangkan kedua kaki kesamping, dia tuntun penisku yang tegang ini langsung dimasukkannya ke dalam vaginanya yang sudah lembab dan berair, bles licin-licin dan hangat, langsung saja digoyangkan naik turun keluar masuk dengan cepat, kunikamati setiap gesekannya turun naiknya dan kurasakan cairan dalam vaginanya sudah mulai mengalir keluar, sehingga aku pun dalam sekejap sudah mencapai puncak dan kubisikan padanya

"Ma aku geli nih mau keluar ahhh enakkkk ma …"

"Hayu keluarin aja cepat sayang, ahhh enak ded enak ahhh ahhhh mama juga keluarrr ahhh...enak, ahhh ahhh ahhhh ded ahhh, ahhhh ahhh ahhhhhhh cepat keluarin sayanggggg ahhhhhhh"

lalu dia goyang kan lebih cepat lagi dan "cret cret crett" aku muntahkan seluruh mani kentalku didalam mm nya, semprotan ku dan cairan nya menyatu, betapa nikmat, enak benar rasanya waktu cairan kami berpadu didalam rongga rahimnya yang hangat dan setealah selang beberapa lama, dia bisikan dengan mesra sekali

"Enakkkk banget, say, seprotan mu hanget benar rasanya mama sampe keluarnya banyak, aduh enak banget deh, mama puas, kamu hebat … udah ya, sekarang waktunya bangun jangan males-malesanan ya, nanti kamu terlambat kekantor, ntar malam baru kita sambung lagi ya sayang, sorry ya tadi mama cepat-cepat aja takut kamu kesiangan, mama juga masih banyak kerjaan dan ada janji pagi ini, tapi mama benar-benar puas dan bangga dengan kamu ded, kamu hebat ded, semalam mama puas banget ngak pernah se-enak ini lho sayang, nanti cepat pulang ya sayang"

Dia berikan ciuman kedua pipiku, membangkitkan semangatku kembali yang hapir luluh karena quick servicenya, anyway aku puas dengan reasen yang tepat aku dapat memahami keadaan, dan dia benar, dan kucium kedua pipi dan bibirnya, kubisikan ditelinganya

“Ga masalah ma, tadi walau mama cepat-cepat, tapi enak banget ma, apa lagi kita keluar bareng, rasanya enakkk dan hangett, sampe ketagihan nihhh, mama hebat, benar benar nikmatt tiada duanya” diia senyum bangga dan puas, dan dia bisikkan lagi

“udah sana mandi dulu nanti terlambat, sayang …mama tunggu ya biar cepat pulang ya sayang”

Lalu aku kecup lagi pipi dan bibirnya dengan mesra, kemudian minta diri, pergi mandi dengan cepat lalu kekantor dan sebisanya akupun usahakan secepat pulang ke rumah untuk menemui kakasiku, yang teramat manis dan super sexy bo, ibuku sayang.

Sejak itu ibuku jadi ngak pernah absen pergi ke fitness, dan makan jamu nya setiap pagi, juga berbagai macam supliment di malam hari, untuk menjaga staminanya, dan dengan diam-diam dia juga tak lupa menyiapkan berbagai supliment untukku, menyiapkan makanan kesukaanku, maupun segala keperluanku, tanpa sepengetahuan yang lainnya, dia jaga supaya bodyku tetap fit, juga makin menyayangi ku melebihi sebelumnya, tetapi dia tetap disiplin sewaktu ada orang lain, ayah, kakak dan adikku, maupun pembantu, dia seperti biasa aja, tidak terlihat sama sekali kalau kami punya afair, dia sangat hati-hati agar hubungan kami dapat bertahan lama, akupun mengikutinya semua langkah-langkahnya, sampai pegang tangan saja kami ngak berani, jadi jaga rahasia kami erat-erat tetapi kalau lagi ada kesempatan berdua, kami bercumbu, berpelukan, beciuman dengan mesra, kami seperti orang pacaran mesra sekali, sekali-kali saja ibuku menyusup masuk kekamarku malam-malam dan menikmati siraman maniku untuk vaginanya, kami saling menikmati, saling merasakan sensasi, dan sentuhan-sentuhan yang indah, sejuta nikmat rasanya besama Ibuku sayang . . .


Dedi link2gvi@yahoo.com